Kota Blitar - UPTD Puskesmas Kecamatan Sukorejo Kota Blitar menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang paling tinggi melakukan penjaringan dan skrining penemuan Tuberkulosis (TB) di Kota Blitar. Sejauh ini, total ada 654 sampel dahak yang diperiksa. Kepala Puskesmas Sukorejo Kota Blitar, Wisma Yuniar Senin, (24/07/2023) menjelaskan meski pelaksaan skrining lebih tinggi dibanding dua kecamatan lainnya, namun hasil temuan kasus TBC diwilayah Sukorejo masih minim. Hingga Juli 2023 ini, masih ada sekitar 36 temuan kasus TBC yang terdeteksi di Kecamatan Sukorejo. Oleh karena itu, ke depan Puskesmas Sukorejo akan menggencarkan penjaringan dan skrining sampel TB. Sehingga penemuan kasus akan lebih optimalkan dan kasusnya dapat tertangani dengan baik. "Kita lakukan pemeriksaan terhadap terduga TB 654 jumlahnya, tapi hasilnya yang positif ada 36 kasus" jelas Wisma. Wisma mengaku akan melibatkan Posyandu Balita dan Lansia untuk memperbanyak skrining TB. Puskesmas Sukorejo akan memeriksa dahak balita yang tumbuh kembangnya terhambat dan lansia yang beresiko tinggi. Mengingat langkah ini untuk mendukung upaya Dinkes dalam menemukan TB di Kota Blitar. Sebab sesuai target pusat, ada sekitar 524 TB di Kota Blitar yang harus ditemukan. "Kita kedepan libatkan Posyandu Balita, Posyandu Lansia dan memeriksa hingga ke kelompok tertentu, sama Pesantren juga insya allah" tambahnya. Disamping itu, Wisma mengaku juga akan mendatangi kelompok beresiko, hingga Pesantren untuk melakukan skrining TB. (Fik)