Berita

Kirimkan 6 Sampel Tinja ke BBLK Surabaya, Hingga Kini Dinkes Tidak Temukan Kasus Polio di Kota Blitar

by Admin - Jumat, 30 Juni 2023

Kota Blitar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar telah mengirimkan beberapa specimen tinja balita hingga anak-anak dibawah 15 tahun ke Balai Besar Laboratoriun Kesehatan (BBLK) Surabaya. Tujuannya untuk mengetahui hasil lab mengandung virus polio atau tidak. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini (30/06/2023) menjelaskan, hingga pertengahan tahun 2023 ini Dinkes sudah mengirimkan 6 specimen tinja ke BBLK Surabaya. Menurut Dissie keenam sampel ini sebelumnya memiliki ciri mengarah ke polio seperti demam, mengalami kelemahan gerak tanpa adanya rudapaksa dan lainnya. Keenamnya berasal dari berbagai usia, mulai balita hingga paling tua anak usia 14 tahun. Dissie menerangkan, ada dua sampel yang dikirimkan Dinkes Kota Blitar dengan interval 24 jam setelah berak pertama. "Ada 6 sampel yang kita kirimkan mulai balita sampai ada yang usia 14 tahun, tapi alhamdulillah hasilnya tidak ada yang polio" terang Dissie. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Dissie menyebut hasil lab menunjukkan keenam sampel tidak mengandung virus polio. Dissie mengaku akan meningkatkan koordinasi dengan Posyandu Anak, Kader Balita dan Puskesmas wilayah untuk melakukan berbagai upaya pencegahan polio. Jika menemukan kasus lumpuh layuh akut pada anak, Dinkes segera mengirimkan sampel tinjanya ke BBLK Surabaya. "Kita akan terus koordinasi dengan Kader Balita, Posyandu untuk terus menggencarkan imunisasi ini, kalau ada kasus lumpuh langsung kita ambil sampel kita kirimkan ke BBLK" pungkasnya. Lebih lanjut Dissie mengaku saat ini rutin melakukan imunisasi pencegahan polio. Dinkes memberikan imunisasi tetes dan injeksi pencegahan polio kepada balita baru lahir hingga usia 9 bulan. (Fik)

Berita Lainnya: