Kota Blitar - Upaya Pemerintah Kota Blitar dalam menekan angka stunting terus menunjukkan hasil positif. Beberapa bantuan pangan dan tambah gizi yang menyasar keluarga yang berisiko stunting terbukti efektif dalam meningkatkan gizi anak.
Walikota Blitar, Santoso dikonfirmasi (18/09/2024) menegaskan komitmennya untuk mencapai target zero stunting tahun 2025. Pihaknya optimis dengan kolaborasi antara DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta OPD terkait lainya menjadi kunci keberhasilan program penurunan stunting di kota Blitar.
"Kami akan terus berupaya melalui berbagai program dan sinergi antar OPD untuk memastikan seluruh anak di Kota Blitar tumbuh kembang dengan optimal," tegas Santoso.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, Parminto menjelaskan sasaran bantuan pangan dari Bapanas RI yaitu ibu hamil, balita di bawah 2 tahun, dan balita di bawah 5 tahun yang terindikasi stunting. Selain itu, Pemerintah Kota Blitar juga menjalankan program "Pak Gimin Semangat" yang memberikan paket gizi khusus bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) selama 10 bulan masa kehamilan. Dengan tambahan program ini terbukti efektif menurunkan angka stunting sebesar 1%. Dari sebelumnya sekitar 6% menjadi 5% di Kota Blitar.
"Sudah berproses kemarin ada sekitar 6% lebih sedikit dan dari pendataan terakhir ada sekitar 5% lebih sedikit maka sudah turun sekitar 100 bayi stunting yang mendapat manfaat bantuan ini." jelas Parminto.
Sementara itu, Parminto menekankan bahwa Pemerintah Kota Blitar akan terus melakukan intervensi terhadap anak-anak di bawah 2 tahun dan 5 tahun yang masih mengalami stunting. Yaitu program renang dan pemberian makanan tambahan. Selain itu, sosialisasi mengenai pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak akan terus dilakukan. (Att)