Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar mengikuti penilaian kinerja stunting terintegrasi dari Pemprov Jatim, yang dilaksanakan secara daring, Rabu (29/05/2024). Kegiatan ini dihadiri Forkopimda Kota Blitar, OPD, Akademisi dan Kader Posyandu dan Kader Kampung KB Kota Blitar di ruang ISC Diskominfotik Kota Blitar. Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan dalam penilaian kinerja stunting terintegrasi, pihaknya menyampaikan upaya Pemkot Blitar dalam menurunkan angka stunting. Menurut Santoso selama ini jajaran OPD berkolaborasi aktif dengan pengusaha dan masyarakat. Hingga saat ini angka stunting di Kota Blitar masih di bawah target nasional yakni 6,53% atau sekitar 400 - an anak yang mengalami stunting. “Kita tidak boleh terlena kita tetap berkolaborasi dengan dinas masyarakat dunia usaha supaya bisa ditekan,” kata Santoso. Sementara itu, Sekretaris DP3AP2KB Kota Blitar, Mohamad Agus Sabtoni menambahkan penilaian ini bertujuan untuk mengujur bagaimana Kota Blitar melakukan kegiatan yang berkaitan dengan konvergensi stunting. Pihaknya menyebut Kota Blitar berhasil menjawab pertanyaan dari 6 panelis secara lancar. Sehingga pihaknya berharap Kota Blitar mendapat penilaian terbaik dari Pemprov Jatim. “Merupakan bentuk gotong royong untuk menurunkan angka stunting di Kota Blitar,” tambah Agus. Sementara itu sobat, adapun 6 panelis dari Pemprov Jatim yang bertugas sebagai tim pinilai yaitu DP3AP2KB, BKKBN, Dispendik, dan Dinkes Jatim. (Att)