Kota Blitar - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menyebut di Kota terdapat 1.652 Keluarga Beresiko stunting. Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kota Blitar, Nurweini dikonfirmasi Jum'at (14/04/2023) mengatakan dinas setempat telah mendata dan memverifikasi jumlah keluarga beresiko stunting. Hingga saat ini jumlahnya mencapai 1.652 Keluarga. Yang mana dari jumlah tersebut terdapat 340 Ibu hamil yang beresiko stunting. Namun Nurweini memastikan pravelensi Kota Blitar rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur. "Nilainya sekitar 12,8% rata ratanya. Namun kami akan berusaha untuk menurunkan angka tersebut di tahun 2024" kata Nurweini. Nurweini menambahkan, walaupun rata - rata nilai stunting Kota Blitar rendah, Pemerintah Daerah terus berupaya untuk melakukan pemantauan dan pendekatan terhadap warga beresiko stunting. Mulai dari pendekatan intervensi gizi terpadu, pendekatan multi sektor dan multi pihak agar tidak terjadi peningkatan stunting. DP3AP2KB juga memberikan bantuan paket makanan tambahan bagi ibu hamil se-Kota Blitar. (Fan)