Kota Blitar - Sampai pertengahan tahun ini, Puskesmas Sananwetan banyak menerima keluhan dari masyarakat yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mereka didominasi kelompok usai 15 tahun ke atas. Kepala UPT Puskesmas Sananwetan, Siti Julaikah dikonfirmasi Jum'at, (15/09/2023) mengatakan hingga bulan Juni, pihaknya menangani sekitar 6.999 kasus hipertensi. Penderitanya didominasi warga setempat dengan kelompok usia 15 tahun ke atas hingga usia pra lansia 45-54 tahun. Menurut Siti ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami hipertensi. Diantaranya faktor genetik atau keturunan, perubahan fisik, pola hidup tidak sehat, adanya kondisi medis tertentu seperti efek samping konsumsi obat hingga penyalah gunaan alkohol. Untuk menekan tingginya kasus hipertensi di Sananwetan, Siti mengaku terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat. Termasuk screening kesehatan melalui posyandu remaja dan posyandu lansia. Bahkan Puskesmas Sananwetan juga juga memberikan terapi pijat atau nonfarmakologi effleugare back massage untuk menurunkan hipertensi. "Hingga semester pertama ini kami telah mencatat ada sekitar 6.999 kasus hipertensi yang banyak menyerang anak usia diatas 15 Tahun maupun usia 45-54 Tahun" tegas Siti. Siti menghimbau agar masyarakat senantiasa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) supaya terhindar dari ancaman penyakit menular atau tidak menular. (Fan)