Kota Blitar - Beberapa waktu lalu sempat marak terjadi di sejumlah daerah Jawa Timur, fenomena pelajar yang sengaja menyayat tangan membentuk barcode. Meski fenomena itu tidak terjadi di Kota Blitar, namun Dinas Pendidikan tetap melakukan pengawasan. Kabid Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jaiz Alwi Mashuri dikonfirmasi (23/12/2023) mengatakan pihaknya sempat mendengar fenomena menyayat tangan yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur. Seperti Situbondo, Magetan dan lainnya. Menurut Jaiz, fenomena itu terjadi karena banyak pelajar yang terpengaruh konten di Tiktok. Pihaknya menyayangkan fenomena itu terjadi dikalangan pelajar. Sebab tindakan itu berbahaya dan bisa menganggu kesehatan fisik atau mental pelajar. "Tentu itu membahayakan, karena kan anak - anak sengaja melukai anggota tubunya dengan benda tajam kan itu," terang Jaiz. Namun demikian, Jaiz memastikan fenomena itu tidak terjadi di Kota Blitar. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan pelajar yang sengaja melukai tangannya dengan cara menyayat dengan benda tajam. "Kemarin saat itu lagi marak saya sudah minta pengawas sekolah untuk memeriksa di sekolah - sekolah. Alhamdulillah di tempat kita nggak ada," jelas Jaiz. Lebih lanjut, Jaiz mengaku bersama pengawas akan terus melakukan monitoring dan edukasi di SD - SMP. Sehingga pelajar di Kota Blitar tidak mudah terpengaruh trand di Tiktok. Terutama trand yang bersifat negatif dan membahayakan. (Kir)