Artikel

Mengajarkan Anak Menolak dengan Bijak dan Aman di Situasi Berbahaya

by Admin - Rabu, 12 Februari 2025

Hai, Ayah Bunda! Memiliki anak yang berhati lembut dan nurut adalah hal yang membanggakan. Namun, pernahkah Ayah Bunda merasa khawatir jika anak mudah mau dan dekat dengan orang asing? Perlunya kehati-hatian bagi Ayah Bunda mengingat orang asing memiliki peluang besar untuk melakukan kejahatan kepada buah hari Anda. Oleh karena setiap anak berhak merasa aman di mana pun mereka berada, baik di rumah, sekolah, maupun di tempat umum, ada kalanya anak menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman atau bahkan berbahaya, seperti ketika ada orang asing yang mendekati memiliki niat tidak baik.  


Ayah Bunda penting sekali untuk mengajarkan sang buah hati untuk menolak tegas ajakan orang asing yang dinilai berbahaya tanpa rasa takut.  Bukan berarti tidak sopan, melainkan bentuk perlindungan diri sendiri atas suatu ancaman atau situasi berbahaya. Selain itu, anak perlu tahu bahwa mereka memiliki hak untuk berkata "Tidak!" ketika merasa tidak nyaman dan harus berani mencari bantuan jika diperlukan. Anak yang belajar mengatakan "tidak" dengan tegas tetapi tetap sopan akan lebih percaya diri dalam menghadapi tekanan sosial.


Belajar menolak menggunakan cara yang benar membantu anak mengembangkan rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga mereka tetap bisa menolak penuh empati. Jika anak tidak diajarkan untuk mengatakan "tidak," mereka mungkin kesulitan menghadapi situasi yang tidak sesuai nilai-nilai mereka. Mengatakan "tidak" tidak selalu harus dilakukan tegas dan keras. Sebaliknya, ajarkan anak untuk menolak dengan empati. Hal ini bisa dilakukan mengajarkan anak untuk memahami perasaan orang lain tetapi tetap menjaga batasan pribadi mereka. Contohnya, jika teman mereka mengajak melakukan sesuatu yang mereka tidak ingin lakukan, mereka bisa menolak menggunakan kalimat seperti, "Aku mengerti kamu ingin aku ikut, tapi kali ini aku tidak bisa."



Beberapa ciri-ciri kondisi membahayakan yang perlu anak kenali, di antaranya:

1. Orang asing menawarkan sesuatu secara paksa.

2. Diminta ikut tanpa alasan yang jelas.

3. Diajak ke tempat sepi atau jauh dari orang lain.

4. Merasa tidak nyaman dengan cara seseorang mendekati atau menyentuh.


Selanjutnya, Ayah Bunda boleh mulai mengajarkan anak cara menolak dengan tepat dan percaya diri. Mengapa perlu percaya diri? Kepercayaan diri anak saat mengucapkan penolakan akan menunjukkan keseriusan dan tegas. Ajarkan anak untuk menggunakan suara yang kuat dan tegas, seperti “Tidak, saya tidak mau!” atau “Tolong jangan sentuh saya!”. Bahasa tubuh dalam memberikan pesan nonverbal tanpa kata apapun, seperti tatapan mata fokus, tidak menunduk, berdiri tegak, atau terlihat ragu-ragu. Jika orang asing mendekat terlalu dekat, ajarkan anak untuk mundur satu atau dua langkah. Selain itu, tidak menerima barang atau sentuhan dari orang asing juga perlu diajarkan kepada anak untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Jika merasa tidak aman, langsung pergi ke tempat ramai atau cari orang dewasa yang bisa dipercaya. Jangan pernah takut untuk berlari atau berteriak jika merasa terancam. Ajarkan anak untuk menolak dan mengatakan “Tidak” saat menerima sentuhan buruk dan tidak nyaman dan mewaspadai tawaran atau diiming-imingi sesuatu.


Peran Ayah Bunda sangat penting. Adapun kegiatan yang bisa dilakukan yakni mengajak bermain peran seperti skenario situasi membahayakan dan melatih ekspresi wajah dan suara lantang atau tegas saat mengucapkan penolakan seperti kata "Tidak!". Ayah Bunda juga dapat memberikan contoh cara meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya, seperti polisi atau pihak lainnya. Penting juga untuk mengajarkan anak bahwa mengatakan "tidak" bukan berarti mereka harus merasa bersalah. 


Banyak anak merasa takut menolak karena tidak ingin mengecewakan orang lain. Mendukung mereka dan menunjukkan bahwa menolak melalui cara yang sopan adalah hak setiap orang, anak akan belajar bahwa menjaga diri sendiri adalah prioritas. Pada akhirnya, anak yang bisa mengatakan "tidak" dengan penuh empati akan tumbuh menjadi individu yang kuat dan percaya diri. Kemampuan menolak menggunakan cara yang baik adalah bagian penting dari membangun hubungan sehat bersama orang lain dan menjaga keseimbangan dalam hidup mereka. 


Sumber:

  • PanduanBunda. (2023, 6 Februari). Ajarkan menolak dan berterima kasih bantu lindungi anak dari penculikan. Diakses pada 12 Februari 2025, dari https://panduanbunda.com/articles/index/ajarkan-menolak-dan-berterima-kasih-bantu-lindungi-anak-dari-penculikan?utm_source

  • Ismwati. (n.d.). Ajarkan anak untuk waspada saat bertemu dengan orang asing. Diakses pada 12 Februari 2025, dari https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/ajarkan-anak-untuk-waspada-saat-bertemu-dengan-orang-asing

  • Arliman, L. (2016). Partisipasi pemerintah daerah di dalam perlindungan anak yang berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 7(2).

  • Khalisa, A. P. (2025, 5 Januari). Mengapa penting mengajarkan anak mengatakan "tidak"? Diakses pada 25 Februari 2025, dari https://www.fimela.com/parenting/read/5758448/mengapa-penting-mengajarkan-anak-mengatakan-tidak?page=3

  • Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak - Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial RI. (n.d.). Pencegahan kekerasan, penelantaran, dan eksploitasi terhadap anak: Penguatan kapabilitas anak dan keluarga.

Artikel Lainnya: