Artikel

Hindari Menggoreng Ikan untuk Anak

by Admin - Rabu, 08 Januari 2025

Salah satu cara memasak yang tidak direkomendasikan untuk ikan adalah dengan cara digoreng. Baik itu pan-frying atau pun deep-frying. Deep-frying menggunakan jumlah minyak yang sangat banyak untuk merendam ikan. Sementara pan-frying menggunakan lebih sedikit minyak pada wajan.
Menggoreng ikan menambah lemak dan kalori, yang tidak ideal untuk anak-anak. Proses ini juga mengurangi nutrisi penting seperti asam lemak omega-3 dan vitamin.

Minyak goreng sering mengandung lemak trans, berbahaya bagi kesehatan jantung. Selain itu, menggoreng menghasilkan polusi udara dalam rumah yang bisa mempengaruhi pernapasan anak. Kalau digoreng, Omega 3 (pada ikan) malah jadi lemak trans yang merugikan.

Tak itu saja, suhu tinggi yang digunakan saat menggoreng juga bisa merusak asam lemak omega 3 jauh lebih parah daripada metode memasak lainnya. Dalam salah satu penelitian, menunjukkan bahwa menggoreng ikan tuna bisa menurunkan jumlah asam lemak omega 3 sebanyak 70-85%.

Maka dari itu, sebaiknya olah ikan segar dengan cara selain digoreng. Ada beragam cara mengolah ikan segar tanpa digoreng. Misalnya, olahan pepes, pangek, asam padeh, arsik, naniura, bakar bungkus daun, kuah ikan asam, kapurung, gulai, pindang, kari, singang, otak-otak, tekwan, dan masih banyak lagi.

Akibat anak mengonsumsi lemak berlebih :
Ada beberapa dampak yang akan terjadi jika anak mengonsumsi lemak berlebihan. Misalnya saja sebagai berikut:

  1. Anak mengalami kegemukan
  2. Kerusakan dinding pembuluh darah dengan segala akibatnya seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung
  3. Kandung empedu bermasalah karena terbentuk batu dan penebalan dinding
  4. Kolesterol tinggi
  5. Meningkatkan kemungkinan kanker, terutama kanker payudara dan usus besar akibat lemak jenuh yang terdapat dalam produk proses seperti sosis, daging kalengan, burger, dan sebagainya.

Artikel Lainnya: