Anak-anak, pada usia dini, memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap berbagai stimulus dari lingkungan, dan musik menjadi salah satu cara terbaik untuk merangsang berbagai aspek perkembangan mereka, baik secara kognitif, sosial, emosional, maupun motorik. Musik menjadi bahasa universal yang dapat dimengerti oleh anak anak dari berbagai latar belakang budaya, yang membantu mereka mengenal dan memahami dunia dengan cara yang menyenangkan.
Seni musik juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Saat mendengarkan musik, anak-anak belajar tentang pola, ritme, dan melodi, yang dapat merangsang perkembangan otak mereka. Anak usia dini, yaitu individu berumur 0 hingga 6 tahun, berada pada fase perkembangan yang sangat penting dalam hidup mereka. Pada masa ini, anak mengalami pertumbuhan pesat di berbagai aspek, seperti fisik, kognitif, sosial, emosional, dan bahasa. Oleh karena itu, stimulasi yang tepat sangat diperlukan untuk mendukung pembentukan kepribadian dan kemampuan intelektual mereka. Salah satu cara efektif untuk mendukung perkembangan ini adalah melalui seni musik, yang berkontribusi besar dalam membentuk karakter positif anak.
Melalui musik, anak-anak dapat belajar berbagai nilai penting. Misalnya, dengan berlatih alat musik, mereka memahami arti disiplin, ketekunan, dan kerja keras. Proses ini mengajarkan anak untuk konsisten dan sabar, sehingga membantu membentuk sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, aktivitas musik, seperti bernyanyi bersama atau bermain dalam kelompok, melatih keterampilan sosial anak. Mereka belajar untuk bekerja sama, mengikuti aturan kelompok, dan menghargai kontribusi teman-temannya, sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan dan empati.
Musik juga menjadi media yang efektif untuk mengekspresikan diri. Dengan bernyanyi atau memainkan alat musik, anak dapat menyalurkan emosi mereka secara positif, membantu mereka mengelola perasaan dengan lebih baik. Selain itu, kegiatan musik mendorong kreativitas, memberikan anak ruang untuk mencoba ide-ide baru dan mengembangkan rasa percaya diri saat berhasil menampilkan kemampuan mereka di hadapan orang lain.
Tidak hanya itu, musik mendukung perkembangan intelektual anak. Proses belajar musik melibatkan pola berpikir kritis dan daya ingat, yang berdampak pada kemampuan akademis, seperti matematika dan bahasa. Musik juga menjadi sarana mengenalkan anak pada keragaman budaya, membantu mereka memahami nilai-nilai moral dan toleransi. Seni musik membentuk disiplin, toleransi, sosialisasi, sikap demokrasi yang meliputi kepekaan terhadap lingkungan.
Anak pada usia dini (2-4 tahun) masih sangat berorientasi pada dirinya sendiri, minatnya lebih terarah pada dirinya sendiri dan jarang melakukan aktivitas bersama. Periode ini merupakan periode eksploratif anak-anak. Mereka masih belajar mengendalikan aktivitas anggota tubuhnya, seperti belajar berjalan dan berlari. Oleh karena itu, sebaliknya rangsangan musik pada periode ini lebih diarahkan pada upaya mendukung kebebasan melakukan aktivitas fisik dan peningkatan kesadaran bagian tubuh (body awareness).
Idealnya musik untuk anak-anak usia dini mempunyai tiga komponen utama yakni: memiliki vokal, mampu merangsang gerak, dan dapat memberiakan rangsangan anak untuk mendengarkan dengan seksama atau menyima. Oleh karena itu dalam periode perkembangan ini, anak masih lebih banya belajar mengkoordinasikan gerak tubuh. Sebaliknya, rangsangan musikal yang diberikan harus diarahkan untuk mendukung koordinasi gerak tubuh. Oleh karena itu anak ada usia ini lebih senang belajar sambil bermain, sehingga musik yang diberikan dapat menyenangkan proses belajar anak.
Karakteristik musik untuk anak usia dini (2-4 tahun) adalah musik yang memiliki struktur dan irama yang sederhana, tetapi relatif konstan merupakan musik yang baik bagi anak-anak dalam periode ini. Struktur sederhana musik dapat dibentuk dengan penyusunan lagu dalam batas satu oktaf. Pembelajaran anak usia dini pada hakikatnya anak belajar melalui bermain, oleh karena itu pembelajaran pada pada anak usia dini pada dasarnya adalah bermain sambil belajar, artinya anak belajar melalui cara-cara yang menyenangkan, aktif dan bebas. Bebas artinya tidak didasarkan pada perintah atau target orang lain serta memiliki keleluasaan kapan mulai dan kapan berakhir. Sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang bersifat aktif dalam melakukan berbagai ekplorasi terhadap lingkungannya, maka aktivitas bermain merupakan bagian dari proses pembelajaran. Pembelajaran pada anak harus dirancang agar anak merasa tidak terbebani dalam mencapai tugas perkembangnya. Agar suasana belajar tidak memberikan beban dan membosankan anak, suasana belajar perlu dibuat secara alami, hangat dan menyenangkan.
Selain itu, kreativitas seni sangatlah mengungguli peran belajar pada anak, terutama seni musik yang didalamnya terdapat kegiatan yang menyenangkan seperti bermain alat musik, menari, menyanyi, dan menggambarkan perasaan senang dalam gerakan dan lagu. Melalui seni, anak mulai dapat mengenal atau tertarik pada bunyi, menggerakkan tubuh ketika mendengarkan musik, paham adanya perbedaan suara, bertepuk tangan dan bergerak teratur mengikuti irama, mencoba membuat gerakan yang menimbulkan bunyi, dapat bernyanyi dengan teratur sehingga dapat melafalkan kata dengan jelas, bahkan dapat membuat gambar dari coret-coretan yang tak teratur lalu perlahan menjadi mulai teratur dengan mengontrol gerakan tangannya.
Pendidik harus dapat melihat kebutuhan anak dan akan sangat bagus jika munculnya dari anak. Kosakata, bahasa, dan pengetahuan dapat masuk dalam karya musik, sehingga terbukti dapat meningkatkan perbedaharaan bahasa dan sains bagi anak usia dini. Menurut Gardner kecerdasan gerak tubuh adalah manifestasi dari kemampuan menggunakan seluruh tubuh atau sebagian anggota tubuh. Salah satu usaha untuk mencapai keadaan tersebut di antaranya adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk memenuhi kebutuhan geraknya. Upaya dalam pemenuhan kebutuhan gerak pada anak dapat dilakukan dengan bermain yang merupakan aktivitas utama dari anak usia dini.
Adanya aktivitas bermain yang mendominasi tentu akan mempengaruhi kemampuan motorik anak dan perkembangan keterampilan geraknya. Gerak adalah unsur utama dalam pengembangan motorik anak. Semakin anak senang bermain, maka seluruh anggota tubuh akan terus terlatih untuk bergerak dan otomatis akan ada peningkatan kemampuan motoriknya. Motorik adalah seluruh gerakan yang dapat dilakukan anggota tubuh. Dengan kemampuan motorik anak yang baik akan cenderung memiliki kemampuan sosial yang baik pula, dimana anak akan mampu bergerak bermain mengimbangi teman-temannya. Gerakan-gerakan yang dihasilkan adalah gerakan sederhana, didapatkan dari kemampuannya dalam meniru sesuatu yang dilihat selama bermain, seperti melompat, berlari, menjinjit, dll.
Seni dan Perkembangan Anak (Kelompok Usia Lingkup Perkembangan Seni)
3–12 bulan mampu membedakan antara bunyi dan suara Anak menunjukkan respon saat ada bunyi atau suara musik dengan perilaku seperti menoleh, menggerakkan tubuh ketika mendengar bunyi dan suara, bertepuk tangan walau belum teratur Tertarik dengan suara atau musik. Anak memunculkan ketertarikan dengan mencari tahu sumber dan mengamati darimana suara atau bunyi berasal, menjatuhkan benda di sekitarnya untuk didengar suaranya. Tertarik dengan berbagai macam karya seni. Anak tertarik ketika diperlihatkan gambar atau benda yang ditunjukkan ke wajahnya dan berusaha meraih benda-benda yang diletakkan di sekitarnya.
12–24 bulan Mampu membedakan antara bunyi dan suara Anak merespon berbagai macam suara orang terdekat, bunyi musik, atau lagu dengan menggoyangkan badannya. Tertarik dengan musik, lagu, atau nada bicara tertentu . Anak menirukan bunyi, suara atau musik dengan irama yang teratur, bertepuk tangan dan bergerak dengan mulai teratur mengikuti irama. Tertarik dengan karya seni dan mencoba membuat suatu gerakan yang menimbulkan bunyi. Anak mulai mencoret-coret, bertepuk tangan dengan pola sederhana.
2–4 tahun Mampu membedakan antara bunyi dan suara Anak memperhatikan dan mengenali suara yang bernyanyi atau berbicara dan minta diperdengarkan musik favoritnya secara berulang. Tertarik dengan kegiatan musik, gerakan orang, hewan maupun tumbuhan. Anak bernyanyi mengikuti irama dan menggerakkan tubuhnya sesuai irama. Tertarik dengan kegiatan atau karya seni. Anak menggambar benda-benda dengan bentuk yang spesifik dan dapat membedakan bentuk benda benda di sekitarnya.
4–6 tahun Anak mampu menikmati berbagai alunan lagu atau suara anak senang mendengarkan musik favoritnya disertai dengan gerakan tubuh, bernyanyi ketika mengerjakan sesuatu, memainkan alat musik. Tertarik dengan kegiatan seni. Anak dapat menggunakan berbagai macam benda untuk menirukan suatu irama musik atau membuatnya sendiri, serta dapat mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi.
Penulis : Luthfiana (Universitas Brawijaya)
Ilustrator : Azzara Cahya (SMKN 03 Blitar)
Editor : Nisa (Pranata Humas Terampil)
Sumber:
Asmi, D., Sariyani, & Mufaro'ah. (2024). Peran seni musik dalam membentuk karakter positif pada anak usia dini. JETBUS Journal of Education Transportation and Business, 1(2), 459.
Aulia, A., Diana, & Setiawan, D. (2022, June). Pentingnya pembelajaran musik untuk anak usia dini. Jurnal Golden Age, 6(1), 160–168.
Irawana, T. J., & Desyanri. (2019). Seni musik serta hubungan penggunaan pendidikan seni musik untuk membentuk karakter peserta didik di sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(3), 222–232
Priyanto, S. U. (n.d.). Pendidikan musik untuk anak usia dini.
Rizzkiya, L., & Aprianti, E. (2023, September). Kreativitas seni musik anak usia dini melalui permainan alat musik angklung. Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 6(5), 551.
Istifadah, S. Pd., M. Pd. I. (2022). Seni musik untuk pendidikan anak usia dini (1st ed.). Lintas Nalar.
12 Februari 2025
11 Februari 2025
11 Februari 2025
09 Februari 2025