Artikel

Panduan Mengelola Waktu Layar (Screen Time) Anak

by Admin - Jumat, 07 Februari 2025

Pada masa perkembangan anak, penting untuk menerapkan aturan waktu layar (screen time) sejak dini. Hal ini disebabkan oleh dampak negatif yang dapat muncul akibat terlalu banyak menatap layar. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung menjadi kurang aktif dan kehilangan minat untuk bergerak atau mengeksplorasi dunia nyata, karena terlalu fokus pada hiburan digital. Minimnya aktivitas fisik ini dapat memengaruhi kesehatan secara menyeluruh, seperti meningkatkan risiko obesitas, gangguan penglihatan, kecanduan gadget, masalah tidur, dan berbagai dampak negatif lainnya


Screen time merujuk pada durasi waktu yang dihabiskan seseorang untuk menatap layar perangkat elektronik, seperti ponsel pintar hingga televisi pintar. Penggunaan layar yang berlebihan dapat membawa dampak negatif, mulai dari berkurangnya perhatian terhadap lingkungan sekitar hingga munculnya masalah kesehatan, seperti kelelahan mata. 


Panduan ini dibuat dengan mempertimbangkan kebiasaan anak-anak yang cenderung menggunakan perangkat elektronik secara berlebihan, yang dapat meningkatkan risiko obesitas. Mengurangi durasi waktu layar diharapkan dapat mendorong anak lebih aktif bergerak, misalnya dengan berolahraga atau berinteraksi secara langsung dengan orang-orang di sekitar mereka. Selain itu, membatasi waktu layar juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental sejak dini. Demi mendukung tumbuh kembang anak tanpa terganggu oleh paparan layar yang berlebihan, penting untuk membatasi waktu layar sesuai rekomendasi berikut:


  • Anak di bawah usia 1 tahun sebaiknya tidak menggunakan perangkat elektronik sama sekali.

  • Anak usia 1–2 tahun sebaiknya menghindari tontonan seperti TV atau video. Jika perlu, penggunaan perangkat hanya untuk aktivitas seperti video call dengan anggota keluarga yang berada jauh.

  • Anak usia 2–6 tahun disarankan menggunakan perangkat elektronik maksimal satu jam per hari.

  • Anak usia 6–12 tahun dapat menggunakan perangkat dengan durasi hingga 90 menit per hari.


Screen Time dan Tumbuh Kembang Anak


Keterikatan screen time dan tumbuh kembang anak baik secara langsung maupun tidak langsung mengikuti pertambahan perode usia tersebut. Pada saat anak masih berusia bayi juga pada anak dibawah dua tahun dimana struktur dan fungsi anak masih terbatas dalam hal kemampuan untuk atensi, mengenali, menyimpan dalam bentuk memori dan mentarnsfernya dalam bentuk tiga dimensi, maka pengenalan media digital berlayar dan pemeberian screen time pada saat ini tidak memberikan kesempatan menguasai berbagai pengetahuan baru. Namun bila dilakukan secara interaksi langsung dengan pengasuhan orang tua dan dilakukan secara secara berulang ulang serta terus menerus, maka bayi lebih cepat menyerap konten dari media yang di kenalkan.


Keterbatasan anak anak untuk menyerap konten media yang diberikan kepadanya pada saaat di bawah usia 2 tahun, nampaknya tidak berlaku ketika screen time diberikan dalam bentuk llive video chatting misalnya skype, face time dan sebagainya, di lakukan secara interaktif dengan bayi atau anak ternyata mampu memberikan kemampuan belajar kata baru dan meningkatkan pengertiannya terhadap apa yang dilihat.


Namun demikian, para ahli tidak merekomendasikan pengenalan media dan secreen time di bawah usia 2 tahun, dan tetap mendorong orang tua atau pengasuh tetap mengutamakan pengasuhan secara interaksi langsung dengan anak. Karena meskipun anaka mendapat kesempatan belajar berbagai kata baru dari media yang diberikan kepadanya, tetapi anak masih belum mampu mentarnsfer kata keta tersebut dalam bentuk 3 dimensi.


Pada saat anak berusia 3-6 tahun (pra sekolah) struktur dan fungsi otak anak berkembang lebih kompleks dalam hal fungsi eksekutif seperti daya pikir, keratifitas, dan kontrol emosi. Kemapuan tersebut dapat berkembang secara optimal melalui berbagai pendekatan secara optimal melalui berbagai kegiatan interaktif yang lebih bersifat responsif dalam media digital saat ini sebagian besar tidak direncang sebagai sarana screen time yang ditunjukan untuk meningkatkan proses interaktif anak dan orang tua. Misalnya screen time dalam bentuk buku digital pada anak pra sekolah beresiko menurunkan interaksi orang tua dan anak, kecuali orang tua tetap membacakan konten yang ada di dalam media tersebut, layaknya membaca buku cerita cetak. Screen time yang berlebihan pada anak usia prasekolah juga dikaitkan dengan risiko obesitas, kualitas tidur yang buruk dan resiko keterlambatam perkembangan anak, seperti keterlambatan bicara bahasa, gangguan kognitif dan akademik, dangangguan perilaku-emosi.


Salah satu faktor yang tidak kalah penting dalam keberhasilan meregulasi screen time anak adalah meregulasi screen time orang tua atau pengasuh dan anggota keluarga lain. Screen time yang berlebihan pada orang tua menyebabkan mereka tidak mempunyai waktu dan kualitas yang baik untuk berinteraksi dengan anak.


Panduan Screen Time yang Sehat untuk Anak:


  • Penggunaan perangkat digital dapat memberikan manfaat positif jika dikelola dengan baik. Anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan baru dan memperluas wawasan mereka melalui konten yang bermanfaat. Namun, untuk memastikan bahwa screen time memberikan dampak yang optimal bagi perkembangan anak, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan oleh orang tua atau pengasuh.


  • Mengawasi Konten yang Dikonsumsi Anak

Penting bagi orang tua untuk memastikan bahwa program atau konten yang diakses anak melalui gawai aman dan sesuai dengan usianya. Sebelum memberi izin, periksa terlebih dahulu rating atau ulasan mengenai program tersebut. Jika memungkinkan, dampingi anak selama mereka menonton untuk memantau apa yang mereka lihat dan memastikan tidak ada konten yang tidak pantas. Pendampingan ini juga memberikan kesempatan untuk menciptakan momen kebersamaan yang bermakna.


  • Mengajak Anak Berdiskusi tentang Program yang Ditonton

Saat anak menonton, manfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog mengenai isi program. Tanyakan pendapat mereka tentang cerita atau karakter yang muncul di layar. Selipkan informasi edukatif yang relevan untuk memperkaya wawasan anak. Diskusi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka terhadap konten, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan motivasi untuk belajar hal-hal baru di luar dunia digital.


  • Memanfaatkan Filter untuk Melindungi Anak dari Konten Berbahaya

Teknologi saat ini memungkinkan orang tua untuk memfilter konten yang dapat diakses oleh anak. Aktifkan fitur parental control atau filter keamanan pada perangkat digital anak untuk membatasi akses ke konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Dengan langkah ini, anak-anak hanya dapat melihat program yang mendukung perkembangan mereka secara positif.


  • Mengalihkan Anak ke Aktivitas Non-Digital

Mengurangi ketergantungan pada gadget, cobalah menawarkan aktivitas alternatif yang menarik dan menyenangkan. Ajak anak untuk melakukan kegiatan fisik, seperti bermain di taman, bersepeda, atau berjalan-jalan bersama. Aktivitas ini tidak hanya membantu anak lebih aktif bergerak, tetapi juga mempererat hubungan keluarga. Selain itu, aktivitas di luar ruangan memberikan manfaat tambahan, seperti meningkatkan kesehatan fisik dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.


Tabel 1. Rekomendasi Regulasi Aktivitas Fisik, Aktivitas Sedentarian (Diluar waktu tidur) dan Regulasi Tidur Untuk Anak (Dikutip dari WHO, 2014)


No

Usia Anak

Regulasi Aktivitas Fisik

Regulasi Aktivitas Sedentarian

Regulasi Tidur

1

Bayi |< 1 tahun

Aktif secara fisik beberapa kali sehari dalam berbagai cara, terutama melalui permainan interaktif di atas lantai. Semakin banyak semakin lebih baik


Untuk anak yang belu mampu bergerak secara mobile, diperlukan aktifitas fisik dalam posisis terlungkap setidaknya 30 menit sepanjang hari saat anak bangun

Jangan menanahan anak lebih dari 1 jam untuk setiap waktu tertentu (misalnya ketika berada di kereta bayi, kursi bayi, digendong atau diikat punggung)


Screen time tidak direkomendasikan


Kegiatan sedentarian (tidak banyak bergerak) hanyalah dalam bentuk mendengarkan pengasuh membacakan cerita.

Memiliki masa tidur yang berkualitas selama 14-17 jam (usia 0-3 bulan) atau 12-16 jam (4-11 bulan) termasuk tidur siang.

2

Anak usia 1-2 tahun

Luangkan setidaknya 180 menit untuk berbagai jenis aktivitas fisik, dengan intensitas sedang sampai berat, yang tersebar sepanjang hari, semakin banyak semakin lebih baik 

Jangan menahan anak lebih dari 1 jam untuk setiap waktu tertentu (misalnya kertika berada di kereta bayi, kursi bayi, digendong, atau diikat di punggung pengasuh) atau duduk untuk waktu yang lama


Anak berusia 1 tahun screen time sedentarian (seperti menonton TV atau video, bermain game komputer) tidak dianjurkan


Anak berusia 2 tahun screen time sedentarian tidak boleh lebih dari 1 jam. Lebih sedikit lebih baik


Kegiatan sedentarian (tidak banyak beregerak) hanya dalam bentuk mendengarkan pengasuh membacakan cerita

Memiliki 11-14 jam tidur dengan kualitas yang baik, termasuk tidur siang dengan pola tidur dan waktu bangun yang reguler.

3

Anak usia 3-4 tahun

Luangkan setidaknya 180 menit untuk berbagai jenis aktivitas fisik, dengan intensitas apapun dimana setidaknya 60 menit adalah aktivitas fisik intensitas sedang hingga kuat yang tersebar sepanjang hari. Semakin banyak semakin baik

Jangan menahan anak lebih dari 1 jam untuk setiao waktu tertentu (misalnya ketika berada di kereta bayu, atau duduk untuk waktu yang lama)


Waktu screen time sedentarian tidak boleh lebih dari 1 jam, lebih sedikit lebih baik


Kegiatan sedentarian (tidak bergerak) hanya dalam bentuk mendengarkan pengasuh membacakan cerita

Memiliki 10-13 jam tidur dengan kualitas yang baik termasuk tidur siang, dengan pola tidur dan waktu bangun reguler


Penulis   : Luthfiana (Universitas Brawijaya)

Ilustrator : Azzara Cahya (SMKN 03 Blitar)

Editor : Nisa (Pranata Humas Terampil)

Sumber:

  • Suryawan, A. (2020, February). Rekomendasi screen time pada anak. In Buku Prosiding Integrated Approach to Improve Growth and Development in Child. Simposium Nasional Ikatan Dokter Anak Indonesia.

  • Manfaatin, E., & Aulia, M. (2024). Pengaruh screen time terhadap perkembangan anak usia dini. Al-Muhadzab: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 18-31.

  • Zakiy, A., Fauziah, L., & Suwartiningsih. (n.d.). Panduan “Screen-Time” untuk mengurangi pengaruh gadget pada anak usia dini. Sejiwa. Diakses pada 22 Januari 2025,https://sejiwa.org/en/panduan-screen-time-untuk-mengurangi-pengaruh-gadget-pada-anak-usia-dini/

  • Widia Sari, P. I. (2024, July 17). Panduan sehat screen time pada anak, berapa lama batasnya? Hello Sehat. Diakses pada 23 Januari, 2025, dari https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/screen-time-anak/

  • Munafiah, N., & Latif, M. A. (2022, November). Peran orang tua pada kegiatan screen time anak usia dini. In Proceedings of The 6th Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (pp. 23–28). Study Program of Islamic Education for Early Childhood, Faculty of Tarbiyah and Teaching Science, State Islamic University Sunan Kalijaga.

  • Fathan, F. D., & Sekartini, R. (2024, April). Peran screen time pada kesiapan bersekolah anak usia prasekolah. Sari Pediatri, 25(6).






Artikel Lainnya: