Artikel

Tidur Cukup Kunci Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

by Admin - Selasa, 28 Januari 2025

Pola tidur anak mencakup jadwal tidur dan bangun, kebiasaan sebelum tidur, serta kualitas tidurnya secara keseluruhan. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting karena selama tidur, tubuh anak memproduksi hormon pertumbuhan yang berperan dalam perkembangan fisik mereka. Faktanya, sekitar 75% hormon pertumbuhan dilepaskan saat anak tidur. Sayangnya, gangguan tidur sering terjadi pada anak angka kejadian mencapai 25% hingga 40%. Oleh karena itu, memastikan anak memiliki rutinitas tidur yang baik dapat membantu mendukung pertumbuhan dan kesehatannya secara optimal.


Saat tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan (GH) yang berperan penting dalam pembentukan tulang, jaringan, dan metabolisme tubuh, termasuk perkembangan otak. Selain itu, hormon ini juga membantu tubuh memperbaiki serta memperbarui sel-sel, mulai dari sel kulit, sel darah, hingga sel saraf otak. 


Para ahli menyarankan durasi tidur yang ideal sesuai usia anak. Bayi baru lahir (0-3 bulan) sebaiknya tidur 14-17 jam sehari, sementara bayi usia 4-11 bulan memerlukan 12-15 jam tidur. Untuk balita usia 1-2 tahun, waktu tidur yang disarankan adalah 11-14 jam, dan anak prasekolah (3-5 tahun) sebaiknya tidur 10-13 jam. Anak usia sekolah (6-13 tahun) membutuhkan sekitar 9-11 jam tidur, sedangkan remaja (14-17 tahun) memerlukan 8-10 jam tidur setiap malam. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental anak. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang kurang tidur lebih rentan mengalami kesulitan berkonsentrasi, sulit mengingat informasi, perubahan suasana hati, gangguan koordinasi gerak, serta penurunan daya tahan tubuh.


Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membentuk kebiasaan tidur yang baik atau disebut sleep hygiene. Ini mencakup berbagai hal seperti jadwal tidur yang teratur, kebiasaan tidur yang sehat, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, serta melakukan aktivitas yang mendukung tidur, seperti latihan relaksasi. Tujuan dari sleep hygiene adalah untuk membantu anak tidur dengan baik mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi tidur, seperti kebiasaan tidur yang baik maupun buruk


Kebiasaan tidur yang sehat perlu dilakukan secara rutin, baik siang maupun malam hari. Secara umum, pola tidur yang baik dapat dibagi menjadi empat aspek utama. Pertama, membangun rutinitas sebelum tidur, seperti membacakan cerita atau meredupkan lampu. Kedua, menjaga jadwal tidur dan bangun yang teratur setiap hari. Ketiga, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, misalnya memastikan tempat tidur bersih dan suhu ruangan sejuk. Terakhir, mengontrol faktor-faktor yang bisa mengganggu tidur, seperti membatasi penggunaan gadget sebelum tidur dan menghindari makanan atau minuman berkafein.


Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan tidur yang baik atau sleep hygiene ini terbukti membantu memperbaiki durasi tidur anak, yang pada gilirannya dapat berpengaruh positif terhadap kesehatan anak di masa depan. Misalnya, jika orang tua mengetahui cara-cara tidur yang sehat dan menerapkannya, tidur anak bisa lebih nyenyak dan teratur. Tidur yang cukup dan berkualitas memiliki banyak manfaat bagi anak, seperti meningkatkan daya ingat, semangat belajar, fokus, dan perilaku mereka sehari-hari.


Penulis   : Luthfiana (Universitas Brawijaya)

Ilustrator : Lya Dyah (SMKN 03 Blitar)

Editor     : Nisa (Pranata Humas Terampil)

Sumber:

  • Wahyuni, F., Rahmayanti, R., Nurleny, N., Wahyuningsih, S., Wandira, B., & Sari, N. N. (2022). Pengaruh konseling sleep hygiene dalam meningkatkan kualitas tidur anak usia 3-24 bulan. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 8(2), 125. 

  • Rahmayanti, D. (2023). Hubungan pola tidur dengan tumbuh kembang anak usia sekolah di SD Negeri Keboharan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Penelitian Kedokteran, 68. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

  • Zahara, D. S. (2013). Hubungan antara gangguan tidur dengan pertumbuhan pada anak usia 3-6 tahun di Kota Semarang. Jurnal Media Medika Muda. Program Pendidikan Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

  • Suryati, & Oktavianto, E. (2020). Hubungan kualitas tidur dengan perkembangan bayi usia 3-10 bulan. Health Sciences and Pharmacy Journal, 4(2), 33-40. https://doi.org/10.32504/hspj.v4i2.211

  • Sriasih, N. K., & Rahyanti, N. M. S. (2022). Gambaran kualitas tidur pada anak usia sekolah di masa pandemi COVID-19. Jurnal Menara Medika, 4(2), 137.


Artikel Lainnya: